SISTEM TRANSMISI DAN KOMUNIKASI DATA
Jaringan komputer dapat digunakan untuk berbagai layanan, baik bagi perusahaan maupun individu. Bagi perusahaan, jarigan komputer pribadi yang menggunakan shared server umumnya mampu memberi fleksibilitas dan rasio harga/unjuk kerja yang baik. Bagi individiual, jaringan menawarkan acces ke berbagai sumber informasi dan hiburan. Software jaringan terdiri dari protokol-protokol, atau peraturan yang memungkinkan proses-proses dapat berkomunikasi. Kebanyakan jaringan mendukung hierarki protokol, dengan masing-masing layer-nya menyediakan layanan bagi layer diatasnya dan mengisolir layer tersebut dari detail protokol yang dipakai oleh layer dibawah. Stack protokol umumnya didasarkan pada salah satu model, model OSI atau model TCP/IP. Kedua model ini sama-sama memiliki network layer, transport layer. Dan aplication layer. Akan tetapi keduanya mempunyai perbedaan dalam layer-layer lainnya. Terdapat 4 model domain yang mungkin diterapkan, yaitu Single domain, Single Master Domain, Complete Trust Domain dan Multi Domain Tanpa Trust. Untuk memilih model domain yang tepat, terlebih dahulu dibuat rancangan penerapan model-model domain tersebut. Kemudian rancangan tersebut dibandingkan berdasarkan aspek-aspek yang ada pada perusahaan
Perkembangan teknologi dalam era komunikasi yang semakin maju ini memegang peranan penting adalah teknologi dalam pengumpulan, pengolahan, dan distribusi informasi. Teknologi lainnyayang mengalami perkembangan pesat adalah instalasi jaringan telepon yang telah dapat menjangkau seluruh pelosok dunia, penemuan radio dan televisi, penemuan baru dalam bidang industri komputer, dan peluncuran satelit komunikasi. Akibat perkembangan teknologi yang demikian cepat, teknologi-teknologi tersebut menjadi saling terkait. Perbedaan-perbedaan yang ada dalam pengumpulan, pengiriman, penyimpanan dan pengolahan informasi menjadi semakin mudah untuk diatasi. Saat ini organisasi-organisasiyang memiliki ratusan kantor yang tersebar dan berjauhan dapat memeriksa keadaan pos terdepannya cukup dengan menekan tombol saja. Walaupun industri komputer relatif lebih mudah dibandingkan dengan industri-industri lainnya (misalnya otomotif dan transportasi udara), komputer telah mengalami kemajuan yang pesat dalam waktu yang singkat. Dalam dua dekade sejak ditemukannya, sistem komputer sangat tersentralisasi, dan biasannya disimpan di dalam sebuah ruangan besar yang berdinding kaca. Sehingga keberadaannya dapat membuat pengunjung merasa takjub terhadap barang elektronika ajaib tersebut. Saat ini perubahan tingkat menengah atau universitas hanya memiliki satu atau dua buah saja sedangkan institusiyang besar paling banyak hanya memiliki beberapa lusin. Pemikiran bahwa dalam waktu 20 tahun akan dapat diciptakan komputer hebat dengan ukuran lebih kecil dari perangko yang dapat diproduksi secara masal hanya merupakan cerita fiksi ilmiah belaka.
Penggabungan teknologi komputer dan komunikasi berpengaruh terhadap bentuk organisasi sistem komputer. Dewasa ini, konsep “pusat komputer”, sebagai sebuah ruangan yang berisi sebuah komputer besar tempat semua pengguna mengolah pekerjaannya, merupakan pemikiran yang sudah ketinggalan jaman. Model komputer tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas komputasi suatu organisasi telah diganti oleh sekumpulan komputer yang berjumlah banyak yang terpisah-pisah akan tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya. Sistem seperti ini disebut jaringan komputer (computer network). Rancangan dan organisasi jaringan akan menjadi pokok pembahasan selanjutnya. Dalam pembahasan selanjutnya akan digunakan istilah jaringan komputer untuk mengartikan suatu himpunan interkoneksi sejumlah komputer autonomous. Dua buah komputer dikatakan terinterkoneksi bila keduanya dapat saling bertukar informasi. Bentuk koneksinya tidak perlu melalui kawat tembaga saja; serat optik, gelombang mikro, satelit komunikasi juga dapat digunakan. Dengan membatasikomputer sebagai autonomous, kita bermaksud akan membedakannya dengan sistem master/slave. Bila sebuah komputer dapat membuat komputer lainnya untuk start, stop atau mengontrol, maka komputer tersebut disebut tidak autonomous. Sebuah sistem dengan satu unit pengendali (control unit) dan sejumlah slave bukanlah suatu jaringan;komputer besar dengan remote printer dan terminal-pun bukanlah merupakan suatu jaringan.
Terdapat hal yang cukup membingungkan dalam pemakaian istilah jaringan komputer dan sistem terdistribusi (distributed system. Kunci perbedaannya adalah bahwa dalam sebuah sistem terdistribusi, keberadaan komputer autonomous bersifat transparan bagi pemakainya. Seseorang dapat memberi perintah untuk mengeksekusi suatu program, dan kemudian program ituakan berjalan. Memilih prosesor, menemukan dan mengirimkan file ke input prosesor, dan menyimpan hasilnya di tempat yang tepat merupakan tugas sistem operasi. Dengan kata lain, pengguna sistem terdistribusi tidak akan menyadari terdapatnya banyak prosesor, multi prosesor ini merupakan uniprocessor maya. Alokasi tugas ke prosesor-prosesor dan alokasi file ke disk, pemindahan fileyang disimpan dan yang diperlukan, dan semua fungsi lainnya dari sistem harus bersifat otomatik.
Pada suatu jaringan, pengguna harus secara ekplisit log ke sebuah mesin, secara eksplisit menyampaikan tugasnya dari jauh, secara eksplisist memindahkan file-file dan menangani sendiri secara umum seluruh manajemen jaringan. Pada sistem terdistribusi, tidak adayang perlu dilakukan secara eksplisit; semuanya sudak dilakukan secara otomatik oleh sistem tanpa sepengetahuan pemakai. Dengan demikian, sebuah sistem terdistribusi adalah sistem perangkat lunakyang dibuat pada bagian atas sebuah jaringan. Perangkat lunaklah yang menentukan tingkat keterpaduan dan transparansi jaringan yang bersangkutan. Karena itu perbedaan jaridngan dengan sistem terdistribusi lebih terletak pada perangkat lunaknya (khususnya sistem operasi), bukan pada perangkat kerasnya. Meskipun demikian masih terdapat tumpang tindih diantara kedua hal tersebut. Misalnya, sistem terdistribusi dan jaringankomputer sama-sama harus memindahkan file. Perbedaannya terletak pada siapa yang mengeluarkan perintah pemindahan tersebut, apakah sistem atau pemakai.
Keberhasilan Transmisi Data tergantung pada :
1. Kualitas signal yang ditransmisikan
2. Karakteristik media transmisi
Jenis-jenis media Transmisi :
a. Kawat terbuka / open wire
b. Kabel jalin ganda / twisted pair cable
Terdiri dari dua isolasi kawat tembaga yang diatur dalam suatu spiral yang terlindungi. Gulungan ini meminimkan interferensi antar kabel. Digunakan untuk dipakai pada system telephone, untuk jarak yang jauh dengan data rate 4 Mbps atau lebih, biaya murah. Mempunyai bandwidth terendah.
c. Kabel coaxial
Terdiri dari konduktor cilinder rongga luar yang mengelilingi suatu kawat konduktor tunggal, kedua konduktor dipisahkan oleh bahan isolasi. Digunakan untuk transmisi telephone dan televisi jarak jauh, television distribution (TV kabel), local area networks, short-run system links. Lebih mahal daripada twisted pair. Tidak mudah terkena noise bila dibandingan dengan twisted pair sehingga dapat digunakan secara efektif pada frekuensi-frekuensi tinggi dan data rate yang tinggi, untuk transmisi analog yang jauh, dibutuhkan amplifier setiap beberapa kilometer sedangkan untuk transmisi digital, diperlukan repeater setiap kilometer.
d. Fiber optik / serat optik
Adalah suatu medium fleksibel tipis yang mampu menghantarkan sinar ray. Berbagai kaca dan plastik dipakai untuk membuatnya. Bandwidth yang lebih besar jika dibandingkan kabel koaksial atau twisted pair, attenuation yang lebih rendah, digunakan untuk local loops, local area networks. Paling kuat / tahan terhadap keadaan alam.
e. Mikrowave / gelombang mikro
Untuk memperoleh transmisi dengan jarak yang jauh, digunakan gedung-gedung relay microwave yang diseri dan point to point microwave yang dirangkai bersama sesuai dengan jarak yang diinginkan, digunakan antena parabolik, digunakan untuk telekomunikasi jarak jauh, transmisi suara dan televisi, local networks, local data distribution. Dibandingkan dengan kabel koaksial, jarak antar amplifier atau repeater lebih jauh.
f. Transmisi satelit
Adalah stasiun relay microwave yang digunakan untuk merangkai dua atau lebih transmitter / receiver dari ground-based microwave yang dikenal sebagai stasiun bumi, setiap satelit yang mengorbit akan beroperasi pada sejumlah band frekuensi yang disebut channel transponder atau transponder saja. Digunakan untuk television distribusion, paling luas digunakan diseluruh dunia; memakai teknologi DBS (Direct Broadcast Sattelite) dimana sinyal video dari satelit ditransmisikan langsung ke rumah-rumah, transmisi telepon jarak jauh, private business networks, digunakan sistim VSAT (Very Small Aperture Terminal) untuk menekan biaya.
g. Infra red / sinyal infra merah
h. Gelombang radio
Perbedaan dengan microwave bahwa radio adalah segala arah sedangkan microwave adalah terfokus. Dengan demikian tidak diperlukan antena berbentuk parabola dan tidak perlu diletakkan pada jurusan yang tepat, digunakan pada band VHF dan UHF : 30 MHz
sampai 1 GHz termasuk radio FM dan UHF dan VHF televisi, untuk komunikasi data digital digunakan packet radio. Paling terpengaruh oleh hujan, petir dan keadaan alam.
Transmisi data terjadi antara transmiter (pemancar/pengirim) dan receiver (penerima) melalui
beberapa media transmisi.
1. Hardwire / kawat keras / guided media
Media yang dituntun karena gelombanggelombang dituntun melalui jalur fisik.
2. Softwire / kawat lunak / unguided media
Media yang tidak dituntun, menyediakan suatu device untuk mentransmisi gelombang elektromagnetik tetapi tanpa menuntunnya, melalui udara, hampa udara dan air laut.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar